Sekarang ini sudah 3 minggu kami pindah ke Belfast. Ayah sudah mulai dengan aktivitas penelitiannya, dan k-chan juga sudah sekolah. Seperti biasa, Ibu yang nggak bisa diem ini sudah mulai gatel ingin panggang-panggang kue lagi. Dengan agak nekad, walau belum punya mixer maupun timbangan, coba-coba bikin kue ala tante Inggit alias segalanya serba secukupnya (pake feeling aja). So, cari-cari resep kue yang kayanya beresiko rendah dikerjakan tanpa presisi dan akurasi, akhirnya dapet juga di buku hadiah dari uni Alda.
Berikut ini resepnya :
Caribbean Banana Bread
Resep dari Cakes Galore by Valerie Barrett
Bahan
2 pisang, kupas
2 sdm madu
200 gr self raising flour
1/2 sdt baking powder
1 sdt parutan pala
150 gr unsalted butter, suhu ruang
175 gr soft light brown sugar
2 telur, kocok lepas
50 gram pecans, cincang halus
Cara Membuat
1. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat celcius. Oles loyang roti *loaf tin dengan mentega dan alasi dengan kertas roti.
2. Haluskan pisang bersama madu. Ayak tepung, baking powder dan bubuk pala.
3. Kocok mentega dan gula sampai pucat dan lembut. Lalu tambahkan telur secara bertahap, aduk rata.
4. Tambahkan pisang halus, tepung dan kacang ke dalam adonan telur. Aduk rata.
5. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan.
6. Panggang dalam oven selama 50-60 menit, atau sampai mengembang dan matang.
5. Dinginkan dalam loyang selama 10 menit, keluarkan dan biarkan dingin, potong-potong.
Kuenya enak, sayangnya karena tidak sabaran, panas-panas kuenya sudah aku keluarkan dan aku potong-potong. Jadi agak kurang rapi kelihatannya. Walaupun begitu, kuenya tetap laris tandas (ayah suka banget ternyata) dan sepertinya akan jadi kue andalan untuk sekedar ngopi-ngopi atau ngemil di sore hari.
Nggak percaya? Silahkan dicoba resepnya :)
a blog that tells you about my baking journey, food culinary and also cooking adventure of me
Wednesday, March 14, 2012
Caribbean Banana Bread
Sunday, March 11, 2012
Misoa Kuah Ayam
Alhamdulillah, tahun ini aku diberi kesempatan lagi untuk bertemu 11 Maret. Tanggal penting apakah itu? Kebetulan 11 maret yang identik dengan supersemar ini adalah hari ulang tahun suamiku tersayang.
Happy Birthday ya Ayah K-Chan, semoga Allah karuniai sisa usia yang penuh berkah, semoga dilancarkan studinya, dan dilapangkan rejekinya amiiin.
Berhubung baru pindahan ke Belfast, dan peralatan baking belum lengkap, tahun ini libur dulu nggak ada tiup lilin. Biar yang ulang tahun nggak homesick, aku buatkan Misoa Kuah Ayam hidangan khas tradisi keluarga suamiku bila ada yang berulang tahun.
Hidangan ini enak dan cocok banget disantap saat udara sedang dingin seperti di Belfast sekarang ini. Selain itu penuh gizi dan bisa dinikmati seluruh anggota keluarga, dari yang kecil sampai yang tua.
Mau coba buat? Silahkan intip resepnya :
Misoa Kuah Ayam
Sumber : Resep asli mama mertua
Bahan
4 cups kaldu ayam (dibuat dengan merebus 500 gram ayam dengan 5 cups air, api kecil)
300 gram ayam rebus, suir kasar
100 gram jamur hioko kering, rendam dalam air hangat sampai mengembang
50 gram kimchan (bunga sedap malam), rendam dalam air hangat sampai mengembang, buang ujungnya, ikat membentuk simpul
5 siung bawang putih, cincang kasar
5 sdm kecap ikan
4 sdm saos tiram
Telur Rebus
Misoa
Cara Membuat
1. Panaskan sedikit minyak di wajan yang agak besar, tumis bawang putih sampai harum.
2. Tambahkan suiran ayam, tumis sebentar.
3. Tambahkan jamur hioko, kimchan, kecap ikan dan saus tiram lalu aduk sampai merata.
4. Tambahkan kaldu ayam, aduk dan biarkan mendidih.
5. Tambahkan garam, gula dan merica sesuai dengan selera.
6. Didihkan lagi, angkat.
7. Tuang sedikit kuah di dalam mangkok saji.
8. Rebus air di panci lain sampai mendidih, setelah itu masukkan misoa, biarkan sampai mengapung.
9. Angkat misoa, aduk-aduk di dalam mangkok agar tidak lengket.
10. Tambahkan telur rebus bulat dan sisa kuah, sajikan segera.
Semoga resepnya bermanfaat dan untuk yang mau mencoba, selamat memasak ya :)
Happy Birthday ya Ayah K-Chan, semoga Allah karuniai sisa usia yang penuh berkah, semoga dilancarkan studinya, dan dilapangkan rejekinya amiiin.
Berhubung baru pindahan ke Belfast, dan peralatan baking belum lengkap, tahun ini libur dulu nggak ada tiup lilin. Biar yang ulang tahun nggak homesick, aku buatkan Misoa Kuah Ayam hidangan khas tradisi keluarga suamiku bila ada yang berulang tahun.
Hidangan ini enak dan cocok banget disantap saat udara sedang dingin seperti di Belfast sekarang ini. Selain itu penuh gizi dan bisa dinikmati seluruh anggota keluarga, dari yang kecil sampai yang tua.
Mau coba buat? Silahkan intip resepnya :
Misoa Kuah Ayam
Sumber : Resep asli mama mertua
Bahan
4 cups kaldu ayam (dibuat dengan merebus 500 gram ayam dengan 5 cups air, api kecil)
300 gram ayam rebus, suir kasar
100 gram jamur hioko kering, rendam dalam air hangat sampai mengembang
50 gram kimchan (bunga sedap malam), rendam dalam air hangat sampai mengembang, buang ujungnya, ikat membentuk simpul
5 siung bawang putih, cincang kasar
5 sdm kecap ikan
4 sdm saos tiram
Telur Rebus
Misoa
Cara Membuat
1. Panaskan sedikit minyak di wajan yang agak besar, tumis bawang putih sampai harum.
2. Tambahkan suiran ayam, tumis sebentar.
3. Tambahkan jamur hioko, kimchan, kecap ikan dan saus tiram lalu aduk sampai merata.
4. Tambahkan kaldu ayam, aduk dan biarkan mendidih.
5. Tambahkan garam, gula dan merica sesuai dengan selera.
6. Didihkan lagi, angkat.
7. Tuang sedikit kuah di dalam mangkok saji.
8. Rebus air di panci lain sampai mendidih, setelah itu masukkan misoa, biarkan sampai mengapung.
9. Angkat misoa, aduk-aduk di dalam mangkok agar tidak lengket.
10. Tambahkan telur rebus bulat dan sisa kuah, sajikan segera.
Semoga resepnya bermanfaat dan untuk yang mau mencoba, selamat memasak ya :)
Tuesday, January 31, 2012
Dora Cake for Kakak Feyvira
Alhamdulillah, setelah beberapa tahun terakhir ini (catat... "beberapa tahun", iya kamu gak salah baca) maksa-maksa mak Vinca buat bikinin kue untuk ultah kakak fey akhirnya di-approve juga pada ulang tahun ke-5.
Kali ini kakak Fey pengen dibuatin cake dengan nuansa Dora. Cari-cari inspirasi buat modelnya, akhirnya hasil voting bersama kakak fey and bunda vinca, dipilih nuansa hutan Dora ini... Hutan apa taman ya? Xixixi... daripada penasaran yuk kita intip fotonya :)
Kali ini kakak Fey pengen dibuatin cake dengan nuansa Dora. Cari-cari inspirasi buat modelnya, akhirnya hasil voting bersama kakak fey and bunda vinca, dipilih nuansa hutan Dora ini... Hutan apa taman ya? Xixixi... daripada penasaran yuk kita intip fotonya :)
KBB #27 : Fortune Cookie
Wedew, dah 3 tantangan KBB kok ngerjainnya last minute dan ga sukses gini ya? Mudah-mudahan tantangan berikutnya kondisi dah lebih jelas, dan bisa ngerjain dengan serius sampe berhasil sil sil... semangaaat !!!
Tantangan ini adalah bikin "Fortune Cookies". Dalam rangka imlek kali ya, jd duo host pilih tantangan ini, walaupun sebenernya di Imlek ga pernah ada fortune cookies.
Jadi gimana sejarah fortune cookies ?
Ini dia ceritanya, Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.
Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.
Mau coba buat, ini resepnya ya :
Fortune Cookie
Source: http://chinesefood.about.com
Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.
Prep Time: 15 minutes
Cook Time: 15 minutes
Total Time: 30 minutes
Ingredients:
2 large egg whites
1/2 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
8 tablespoons granulated sugar
3 teaspoons water
Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.
2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.
Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies
Review hasil baking fortune cookie.
Aku bikin kue ini dua kali sebenernya, yang pertama bikin sumpah ga enak, haha, udah kuenya lembek, tiap dilipet langsung crack. Aku agak curiga karena waktu kocok putih telur langsung campur sama minyak, jadi ga bisa mengembang, en kayanya almond ekstraknya kebanyakan, padahal aku dah pake ukuran sesuai yang ada di resep.
So percobaan kedua, aku kocok dulu putih telur sampe kaku baru deh tambahin minyak, walaupun adonannya turun juga setelah minyak ditambahin. Daaan almond ekstraknya dikiiiiit aja, sama gula jg aku kurangin.
Alhasil jadi deh 3 fortune cookies yang bisa dibentuk hehehe, yang lain ada yang gosong, ada yang basah banget. Ihiks...
Ini bikinnya di dapur Mama, karena lagi masa transisi, rumahku sendiri udah dikontrak orang. Jadi maaf sumaaf fotonya gelap, karena dapurnya emang gelap.
Quite unfortunate with fortune cookie, but hopefully I wil be luckier on the next challenge :)
Tantangan ini adalah bikin "Fortune Cookies". Dalam rangka imlek kali ya, jd duo host pilih tantangan ini, walaupun sebenernya di Imlek ga pernah ada fortune cookies.
Jadi gimana sejarah fortune cookies ?
Ini dia ceritanya, Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.
Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.
Mau coba buat, ini resepnya ya :
Fortune Cookie
Source: http://chinesefood.about.com
Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.
Prep Time: 15 minutes
Cook Time: 15 minutes
Total Time: 30 minutesIngredients:
2 large egg whites
1/2 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
8 tablespoons granulated sugar
3 teaspoons water
Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.
2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.
Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies
Review hasil baking fortune cookie.
Aku bikin kue ini dua kali sebenernya, yang pertama bikin sumpah ga enak, haha, udah kuenya lembek, tiap dilipet langsung crack. Aku agak curiga karena waktu kocok putih telur langsung campur sama minyak, jadi ga bisa mengembang, en kayanya almond ekstraknya kebanyakan, padahal aku dah pake ukuran sesuai yang ada di resep.
So percobaan kedua, aku kocok dulu putih telur sampe kaku baru deh tambahin minyak, walaupun adonannya turun juga setelah minyak ditambahin. Daaan almond ekstraknya dikiiiiit aja, sama gula jg aku kurangin.
Alhasil jadi deh 3 fortune cookies yang bisa dibentuk hehehe, yang lain ada yang gosong, ada yang basah banget. Ihiks...
Ini bikinnya di dapur Mama, karena lagi masa transisi, rumahku sendiri udah dikontrak orang. Jadi maaf sumaaf fotonya gelap, karena dapurnya emang gelap.
Quite unfortunate with fortune cookie, but hopefully I wil be luckier on the next challenge :)
Tuesday, November 29, 2011
Pannetone
Pannetone, awal kali dapet surcin kali ini bener-bener blank sama nama makanan yang satu ini, yang kemudian diketahui adalah sejenis roti yang biasa dihidangkan pada hari Natal di Italia. Hiks roti, setelah scones kemaren keras-keras ga jelas juntrungannya hehe, sekarang ketemu makanan sejenis lagi. Tapi ngga apa2 tetep semangat mencoba, dan ini dia hasil eksperimen ku hehehe
Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Ingredients
- 1 1/2 cakes of fresh baker's yeast - ganti dengan 11 gram instant dry yeast
- 65 ml (1/4 cup) sugar
- 6 tbsp. warm water
- 6 egg yolks
- Finely grated zest of 1 lemon
- A pinch of salt
- 500-750 ml (2-3 cups) flour
- 100 ml (6 tbsp.) diced candied peel
- 100 g (6 tbsp.) + 2 tbsp.butter
- 4 tbsp. sultanas - ganti dengan kismis biasa
- 4 tbsp. currants - skip
- 1 tsp. vanilla
Method
Sprinkle 1 tbsp. granulated sugar and the yeast over the warm milk and let sit 3 minutes; mix and let rest in a warm draft-free place (e.g., a warm oven that has been turned off) until the mixture has doubled in volume, approximately 5 minutes;
Pour the mixture into a bowl, add in the egg yolks, vanilla, lemon zest, salt and remaining sugar;
gradually mix in 500 ml (2 c.) of the flour by hand until a smooth consistency is attained - the dough should easily come together into a ball;
Gradually add the butter cut into small dice and beat until the dough becomes smoother and more elastic;
Add 125 to 250 ml (1/2 to 1 c.) more flour until the dough is firm and silky but not sticky;
Place the ball onto a lightly floured surface. Knead the dough for approximately 10 minutes. When the dough is smooth and shiny, place into a buttered bowl; dust lightly with flour, cover with a kitchen towel and place in a warm draft-free place for about 45 minutes until doubled in volume;
Punch down the dough firmly with your fist and flatten it out in the bowl; add the candied lemon peel, raisins and currants and knead until well distributed but without working the dough more than necessary;
Line a large bread pan with brown paper that has been well buttered on both sides; place the dough in the pan and trace a cross on top;
Cover with buttered paper and let rise again in a warm place for 15 minutes;
remove the paper from the top; brush the top with softened butter.
Baking
Preheat the oven to 200°C (400° F);
Place the bread pan on the middle rack of the oven and bake for 10 minutes;
Reduce the oven temperature to 160° C (350° F) and continue baking for another 30 to 40 minutes, brushing again with melted butter; the bread is done when the surface is golden and crispy;
Remove from the oven; remove the paper and let cool for 15 minutes before unmolding.
Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Ingredients
- 1 1/2 cakes of fresh baker's yeast - ganti dengan 11 gram instant dry yeast
- 65 ml (1/4 cup) sugar
- 6 tbsp. warm water
- 6 egg yolks
- Finely grated zest of 1 lemon
- A pinch of salt
- 500-750 ml (2-3 cups) flour
- 100 ml (6 tbsp.) diced candied peel
- 100 g (6 tbsp.) + 2 tbsp.butter
- 4 tbsp. sultanas - ganti dengan kismis biasa
- 4 tbsp. currants - skip
- 1 tsp. vanilla
Method
Sprinkle 1 tbsp. granulated sugar and the yeast over the warm milk and let sit 3 minutes; mix and let rest in a warm draft-free place (e.g., a warm oven that has been turned off) until the mixture has doubled in volume, approximately 5 minutes;
Pour the mixture into a bowl, add in the egg yolks, vanilla, lemon zest, salt and remaining sugar;
gradually mix in 500 ml (2 c.) of the flour by hand until a smooth consistency is attained - the dough should easily come together into a ball;
Gradually add the butter cut into small dice and beat until the dough becomes smoother and more elastic;
Add 125 to 250 ml (1/2 to 1 c.) more flour until the dough is firm and silky but not sticky;
Place the ball onto a lightly floured surface. Knead the dough for approximately 10 minutes. When the dough is smooth and shiny, place into a buttered bowl; dust lightly with flour, cover with a kitchen towel and place in a warm draft-free place for about 45 minutes until doubled in volume;
Punch down the dough firmly with your fist and flatten it out in the bowl; add the candied lemon peel, raisins and currants and knead until well distributed but without working the dough more than necessary;
Line a large bread pan with brown paper that has been well buttered on both sides; place the dough in the pan and trace a cross on top;
Cover with buttered paper and let rise again in a warm place for 15 minutes;
remove the paper from the top; brush the top with softened butter.
Baking
Preheat the oven to 200°C (400° F);
Place the bread pan on the middle rack of the oven and bake for 10 minutes;
Reduce the oven temperature to 160° C (350° F) and continue baking for another 30 to 40 minutes, brushing again with melted butter; the bread is done when the surface is golden and crispy;
Remove from the oven; remove the paper and let cool for 15 minutes before unmolding.
Hasilnya, kulitnya keras dan rotinya kurang manis, walau kalo pas kegigit di kismisnya sih yummy.
Sepertinya my mistakes are waktu menambahkan kismisnya, saking takut merusak struktur rotinya jadi cuma aku tempel-tempel aja si kismis alhasil jadi ngga merata dan entah kenapa tetep stress juga kulitnya hehe, beres dipanggang kulitnya keras walau dalemnya empuk. Sayangnya udah ngga ada waktu untuk nyoba lagi. Mungkin lain kali bisa coba dan aku upload hasilnya nanti disini yaa...
Wednesday, September 28, 2011
KBB#25:Devonshire "Birthday Party" Tea
Duh, feeling ngga enak nih waktu dapet tantangan ini. Inget aja waktu ngeliat Masterchef Australia dan tim biru gagal bikin scones yang oke (mereka aja gagal apalagi gw... heheh).
Terbukti waktu pertama kali coba, mau bikin white chocolate scones ngambil resep dari Delicious Magazine, eeee gatot segatot2nya. Adonannya cair dan bentuknya jadi kaya dorayaki, and karena ilfeel jd ga sempet kejepret deh hasilnya.
Berhari-hari bete plus ketimbun orderan, last minute deh akhirnya nyobain lagi pake resep yang dilampirkan di SurCin nya tantangan kali ini, ini dia resepnya :
Resep Scones:
Sumber: Edmonds Cookery Book, NZ.
Untuk 12 potong
3 cups tepung terigu
6 sdt baking powder
¼ sdt garam
75g mentega
1 - 11/2 cup susu segar
ekstra susu
Ayak tepung, baking powder, dan garam ke dalam mangkuk. Masukkan mentega dan remas hingga berbulir2 seperti remah roti. Tambahkan susu dan aduk cepat menggunakan pisau sampai adonan lembut. Gilas beberapa kali. Tabur tepung sedikit ke atas baking tray. Letakkan dan tekan-tekan adonan scones di atas baking tray. Iris 12 potongan yg sama. Sisakan jarak 2cm antara satu scones dengan yang lainnya. Olesi susu segar di atas scones. Panggang dengan oven 220C selama 10 menit atau hingga matang kecoklatan.
Bikin cuma setengah resep karena udah ngga pede... ihiks2
Dan beginilah jadinya, entah ini gagal atau ngga hehe... tapi kayanya sih gagal, permukaannya keras walau dalemnya sih ngga. Rasanya enak, tapi ngga nagih... *hehe ya iya lah wong gagal...
Karena deadline sudah di depan mata (salah gw jg manajemen waktunya jelek banget).... nekat setor aja deh... mudah2an suatu saat bisa ngulang lagi biar nambah2 teman minum teh.
Eniwei, walau Scones gw ngga sukses seperti yang diharapkan, I am still Happy for KBB yang sudah mencapai usia 4 tahuuun.... yuhuuuu.... semoga makin jaya, member2nya selalu kompak, dan terima kasih untuk share2 ilmunya. Life will never be the same without KBB... hehehe...
Saturday, July 30, 2011
KBB 24:Rich Chocolate Tart
Rich chocolate tart adalah tantangan KBB untuk bulan Juli ini. Dari namanya aja, sudah kebayang pasti rasanya nyoklat banget. Coba deh intip resepnya :
Rich Chocolate Tart
Sumber: Best Food: Desserts. The Australian Women Weekly.
Untuk 10 porsi
Pastry
185g tepung terigu
25g coklat bubuk
55g icing sugar mixture
150g mentega dingin, cincang
2 kuning telur
1 sdt air dingin
Cara Membuat
- Campur tepung, bubuk coklat, gula dan mentega *potong mentega kotak-kotak* di dalam mangkuk FP, lalu proses hingga tercampur rata. *ga punya FP jadi dicampur manual dengan bantuan garpu
- Masukkan kuning telur dan air, proses lagi hingga menggumpal.
- Uleni adonan hingga lembut. *adonanku lembek dan lengket
- Tutup menggunakan plastik, dinginkan di kulkas selama 30 menit.
- Panaskan oven, suhu sedang (moderate).
- Giling adonan pastry hingga cukup lebar untuk memuat loyang tart bongkar pasang ukuran 24cm yang sudah diolesi mentega hingga ke sisi2nya.
- Letakkan pastry ke dalam loyang, tekan-tekan ke sisi-sisinya, lalu ratakan pinggirannya. *susah, karena lembek dan lengket jd robek2
- Tutup, dinginkan di kulkas selama 30 menit.
- Tutup pastry dengan baking paper, isi dengan kacang2an kering atau beras, letakkan di atas loyang oven.
- Panggang tanpa ditutup selama 15 menit.
- Keluarkan kertas dan kacang2an/beras, panggang lagi 10 menit hingga sedang kecoklatan.
- Dinginkan.
Chocolate Filling
4 kuning telur
2 butir telur
55g gula caster
80ml krim kental
300 DCC, lelehkan
1 sdt ekstrak vanilla
Cara Membuat
- Buatlah pastry, lalu turunkan panas oven hingga suhu rendah (moderately slow).
- Kocok kuning telur, telur dan gula caster di dalam mangkuk kecil dengan mixer hingga kental dan creamy.
- Masukkan krim, coklat dan ekstrak.
- Tuang adonan coklat ke dalam pastry yang sudah dipanggang.
- Panggang selama 30 menit atau hingga filling matang/set.
- Dinginkan selama 10 menit.
- Jika suka taburi dengan ekstra coklat bubuk, hidangkan.
Beginilah penampakan si rich chocolate tart ini setelah keluar dari oven.
Komentarku tentang resep ini, suka dengan rasa dan kerenyahan pastrynya karena agak lunak jadi mudah dipotong. Sayang aku kurang suka dengan fillingnya, karena terlalu manis dan telor banget rasanya hehe, next time mungkin akan coba dengan cokelat ganache saja. Tapi tetap resepnya pantas dicoba kok, lumayan buat teman minum teh sore-sore, slurrrp.... :)
Subscribe to:
Posts (Atom)





